
Peristiwa di Lokasi Acara
Dompu — Sejumlah tamu acara yang mengonsumsi menu MBG (Makanan Bersama Gratis) di sebuah hajatan lokal memilih membuang hidangan ke tong sampah setelah menemukan bau dan rasa yang tanda-tanda basi. Kejadian ini terjadi pada siang hari ketika porsi makanan mulai dibagikan kepada para undangan.
Warga setempat menyaksikan beberapa nampan makanan ditolak dan langsung dibuang oleh tamu yang merasa khawatir terhadap kebersihan dan mutu hidangan.
Reaksi Penyelenggara
Penyelenggara acara menyatakan menyesalkan kejadian tersebut dan segera meninjau penyimpanan makanan. Mereka mengaku langsung menarik sebagian hidangan untuk diperiksa.
Selain itu, panitia menjelaskan bahwa mereka akan mengganti hidangan yang terindikasi basi dan meminta maaf kepada tamu atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Kondisi dan Diduga Penyebab
Beberapa saksi menyebutkan cuaca panas dan penempatan makanan di lokasi terbuka menjadi faktor utama membuat makanan cepat rusak. Selain itu, mereka melihat bahwa pengemasan dan distribusi terlambat sehingga makanan tidak tersaji dalam kondisi ideal.
Oleh karena itu, warga mendesak panitia memperhatikan aspek logistik untuk menghindari insiden serupa di masa depan.
Respon Dapur dan Katering
Pihak katering yang ditunjuk panitia mengaku akan melakukan evaluasi teknis. Mereka menyatakan akan meninjau ulang prosedur penyimpanan, pengangkutan, dan penyajian agar kualitas makanan tetap terjaga.
Dengan demikian, katering berjanji memperbaiki standar operasional dalam penyelenggaraan acara berikutnya.
Kekhawatiran Kesehatan
Beberapa tamu melaporkan gejala mual ringan setelah mencicipi makanan, sehingga panitia langsung menyiapkan pos kesehatan sementara. Petugas kesehatan setempat memeriksa tamu yang mengeluh dan memberikan penanganan awal.
Meski demikian, hingga kini belum ada laporan kasus keracunan yang memerlukan perawatan rumah sakit.
Imbauan Dinas Kesehatan
Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu mengimbau penyelenggara acara memperketat standar kebersihan katering. Mereka menekankan pentingnya menyimpan makanan pada suhu aman dan meminimalkan paparan langsung ke panas matahari.
Lebih lanjut, dinas mendorong penggunaan pendingin portabel dan jadwal penyajian yang lebih singkat agar makanan tersaji dalam kondisi layak konsumsi.
Suasana setelah Insiden
Setelah insiden, suasana acara sempat tegang namun berangsur reda ketika panitia mengganti hidangan dan memberikan penjelasan. Banyak undangan menerima permintaan maaf panitia, sementara sebagian lain tetap mengungkapkan kekecewaan.
Dengan demikian, panitia kini fokus memperbaiki manajemen acara agar citra kegiatan tidak tercoreng.
Baca Juga :
Membawa Harapan ke Pulau Sumbawa
Pelajaran untuk Penyelenggara
Pakar keamanan pangan menyarankan agar penyelenggara acara melakukan pengecekan kualitas bahan baku, menjaga rantai dingin, serta mengatur waktu penyajian lebih rapi. Mereka menilai langkah-langkah ini efisien menekan risiko makanan basi dan gangguan kesehatan.
Oleh karena itu, kampanye edukasi singkat untuk panitia hajatan bisa membantu meningkatkan standar penyelenggaraan lokal.




