
Pantauan di lokasi, beberapa siswa terlihat duduk lesehan di dalam mushalla. Meja dan papan tulis seadanya digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar.
Guru-guru di SDN Sumer Payung mengaku sudah berupaya mengatur kelas sebaik mungkin. Namun, jumlah ruang yang terbatas tidak mampu menampung semua siswa.
“Kami terpaksa memanfaatkan mushalla agar anak-anak tetap bisa belajar dengan nyaman,” kata salah satu guru kepada wartawan, Sabtu (23/8).
Orang Tua Murid Sampaikan Keluhan
Situasi ini juga menimbulkan keluhan dari para orang tua murid. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan untuk memberikan solusi nyata.
“Anak-anak butuh kelas yang layak. Kalau di mushalla memang bisa, tetapi jelas kurang mendukung untuk konsentrasi belajar,” ujar salah satu wali murid.
Kepala SDN Sumer Payung membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut jumlah siswa terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara penambahan ruang kelas tidak seimbang.
Menurutnya, sekolah sudah beberapa kali mengajukan permohonan pembangunan ruang kelas baru. Sayangnya, hingga kini belum ada realisasi dari pemerintah daerah maupun pusat.
Respons Dinas Pendidikan
“Kami sudah sampaikan melalui dinas terkait, mudah-mudahan segera ada perhatian,” ungkap Kepala SDN Sumer Payung.
Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa yang dikonfirmasi membenarkan adanya keterbatasan ruang kelas di SDN Sumer Payung. Selain itu, pihaknya berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut.
“Kami sedang mendata seluruh sekolah yang mengalami kekurangan ruang kelas. SDN Sumer Payung akan menjadi prioritas,” kata perwakilan Dinas Pendidikan Sumbawa.
Saat ini, aktivitas belajar di mushalla berjalan dengan sederhana. Meski demikian, para guru tetap berusaha menjaga kualitas pembelajaran agar siswa tidak tertinggal materi.
Harapan Warga dan Tokoh Masyarakat
Warga sekitar juga turut prihatin melihat kondisi sekolah tersebut. Oleh karena itu, mereka berharap pemerintah segera memperbaiki fasilitas agar anak-anak bisa belajar lebih baik.
“Sekolah adalah tempat anak-anak menuntut ilmu. Jangan sampai semangat mereka berkurang hanya karena keterbatasan ruang,” ucap salah satu tokoh masyarakat.
Kekurangan ruang kelas bukan hanya dialami SDN Sumer Payung, tetapi juga beberapa sekolah lain di Sumbawa. Kondisi ini menjadi masalah klasik yang belum tuntas diselesaikan.
Banyak pihak menilai, pembangunan fasilitas pendidikan di daerah terpencil seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah. Sebab kualitas pendidikan sangat menentukan masa depan generasi muda.
Baca Juga :
Siswa SDN Sumer Payung di Sumbawa Terpaksa Belajar di Mushalla karena Kekurangan Ruang Kelas
Semangat Siswa Tetap Tinggi
Meski serba terbatas, para siswa tetap terlihat antusias mengikuti pelajaran. Mereka tetap semangat menulis dan membaca di ruang mushalla sederhana.
“Kami ingin tetap rajin belajar agar bisa meraih cita-cita,” kata salah satu siswa kelas V.
Pemerintah pusat diharapkan segera memberikan bantuan anggaran pembangunan ruang kelas baru di SDN Sumer Payung. Dengan begitu, siswa bisa kembali belajar di ruang yang lebih layak.
Hingga kini, aktivitas belajar di mushalla masih terus dilakukan. Guru, siswa, dan orang tua hanya bisa menunggu realisasi pembangunan ruang kelas tambahan.














